SearchInform telah memperluas rangkaian kebijakan keamanan berbasis AI siap pakai yang tersedia di sistem DLP generasi terbaru, SearchInform Risk Monitor. Pembaruan ini memungkinkan platform mengidentifikasi insiden keamanan tersembunyi yang berkaitan dengan data pembayaran serta mendeteksi risiko terkait karyawan secara lebih akurat.
Kelompok kebijakan AI baru, “Pencarian Kerja dan Pengunduran Diri”, dapat mengidentifikasi tanda-tanda bahwa karyawan sedang didekati oleh perusahaan pesaing, bersiap untuk pindah pekerjaan, atau mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kondisi kerja.
Kelompok “Ketidakstabilan Emosional” juga telah diperluas dengan kebijakan AI yang dirancang untuk mendeteksi konflik di tempat kerja serta ketidakpuasan terhadap rekan kerja atau keputusan manajemen. Kemampuan ini membantu organisasi mengidentifikasi sentimen negatif sejak dini, mengurangi risiko kehilangan karyawan berharga, serta mendeteksi potensi sabotase atau tindakan yang secara sengaja dapat merugikan perusahaan.
Kebijakan AI baru dalam kelompok “Keuangan” mendeteksi pengiriman nomor kartu bank. Aktivitas tersebut dapat mengindikasikan kebocoran atau pengungkapan data pembayaran pelanggan tanpa izin, maupun karyawan yang membagikan detail kartu untuk menerima pembayaran atas layanan yang mencurigakan.
Kebijakan tersebut mampu mendeteksi nomor kartu bahkan ketika sengaja disamarkan, misalnya dengan menuliskan sebagian angka dalam bentuk kata.
“Kebijakan berbasis AI mempertimbangkan konteks insiden, nuansa percakapan, serta karakteristik proses bisnis. Hal ini membuatnya lebih akurat dibandingkan algoritma pencarian konvensional,” ujar Sergio Bertoni, Leading Analyst di SearchInform.
“Sebagai contoh, metode deteksi standar dapat gagal mengenali nomor kartu ketika pengguna membaginya menjadi beberapa bagian dalam sebuah pesan, atau ketika sebuah CV tidak mengikuti format standar yang umum. AI dapat mengidentifikasi kasus-kasus tersebut. Karena itulah kami terus mengintegrasikannya ke dalam Risk Monitor. Hal ini secara signifikan meningkatkan efektivitas sistem,” tambah Bertoni.
Pembaruan tersebut memperluas rangkaian kebijakan AI siap pakai Risk Monitor untuk berbagai skenario utama keamanan internal, termasuk kebocoran data, fraud, dan kelompok karyawan berisiko tinggi.
Analisis dilakukan menggunakan model AI yang telah dilatih sebelumnya dan diintegrasikan ke dalam Risk Monitor sebagai modul bawaan. Kebijakan ini tidak memerlukan konfigurasi tambahan dan dapat diaktifkan langsung melalui antarmuka Risk Monitor AlertCenter.
Modul AI beroperasi secara on-premises, sehingga data perusahaan tetap berada di dalam perimeter keamanan organisasi.
TENTANG SEARCHINFORM
SearchInform adalah vendor produk keamanan informasi dan manajemen risiko. Klien perusahaan mencakup lebih dari 4.000 perusahaan di lebih dari 20 negara. Saat ini, tim menyediakan produk dan layanan untuk perlindungan komprehensif terhadap ancaman orang dalam di semua tingkat sistem informasi perusahaan: FileAuditor (solusi kelas DCAP); sistem DLP dengan fungsionalitas yang diperluas; Risk Monitor (platform canggih untuk mitigasi ancaman orang dalam); sistem SIEM; layanan outsourcing keamanan informasi.